Kamis, 18 September 2014

Tugas cerpen



Good night nih guys., lama gue ngak ngepost.in d blog ini, nich gue tambah agi ceritanya biar lebih seruuuu..hhhehehe !!!!!!!!!!!!!!!!!

Mendadak Cinta
            Pengalaman ini berlangsung 2 tahun yang lalu di sekita Pundong Yogyakarta lebih tepatnya di sebuah kos kosan di daerah klisat. Pada suatu hari vito membuat janji dengan salah seorang teman ceweknya , lebih tepat lagi mantannya sewaktu smp dulu yang bernama  Vina. Vina ingin mengembalikan tape recorder yang di pinjam adiknya seminggu yang lalu, sehingga Vina membuat janji kepada Vito hari Selasa sore pukul 4 untuk mengembalikan tape recorder melalui sms.
To   : Vito ( 081802733155 )
Hey, besok sore ada d kos ngak km.??.

10 menit berlalu. Vito belum juga membalas pesan Vina.
“Ah, mungkin udah tidur kali ya.” Kata Vina sambil memasukkan handphone ke sakunya. Ia pun terlelap seiring dengan merdunya suara hujan gerimis di luar sana.

Keesokan harinya ada sms dari Vito
From : Vito ( 081802733155 )
Iya, insyallh aq d rmh kok dek, lha gimana?
To : Vito ( 081802733155 )
Aq mau ngembaliin Tape recorder yg d pinjam samaa adikku nih,
2 menit kemudian, handphone Vina berbunyi, menandakan ada sms yang masuk.
“Nah, pasti ini Vito!” katanya sambil tersenyum dan meraih handphone nya.
Ia melihat layar handphone nya.
“Yaaah.. Malah sms dari operator!” kata Vina sambil tersenyum.
Beberapa menit kemudian handphonenya berbunyi kembali.
“Nah, ini baru bener dari Vito!”
From           : Vito ( 081802733155 )
Owh ya ntar aq tak kerumahmu aja. Ntar siang mungkin.
Vina mengetik kembali balasan sms nya.
To   : Vito ( 081802733155 )
Gausah kak, ntar biar aq aja yang k kos’an kakak., ntar sore jam 4.an ya kak.
 From           : Vito ( 081802733155 )
Okedehh tak tunggu dek.., aq stay di rumah kok, sendiri atau ngjak adikmu?
To   : Vito ( 081802733155 )
Aku sendiri aja kok kak
From           : Vito ( 081802733155 )
Iya dek

Waktu terus berlalu, dan vito hanya menghabiskan waktunya sambil nunggu Vina dengan bermain ps di kos kosan nya bersama teman satu kostnya yang benama Fico. Sampai tiba saatnya di sore hari ada sms masuk melalui hapenya dan ternyata itu dari Vina
From Vina ( 087738133145 )
Masih stay d rumah kan kak?
TO : Vina ( 087738133145 )
Masih og., kesini aja
Fro :Vina ( 087738133145 )
Iyya

Sekitar beberapa menit, akhirnya ia sampai di tempat tujuannya.
“Assalamu’alaikum..”
Seseorang dari dalam membuka pintu kos tersebut.
Terdengar suara laki laki yang khas dari balik pintu. “Wa’alaikumussalam..”
“Hai Vit, nich tape recorder kamu..!!” Vina sambil menyodorkan tape recorder punya Vito
“iya., maksih ya, malh km jadi yang repot” kata Vito, kemudian dia mengajak vina untuk berbincang bincang duluu. Eh dek, maen disini duluu aja? Kata Vito
“Hehe, iya kak” Vina sambil tersenyum melihat Vito
Sini dek duduk dulu ..!!!!!” Vito sambil memegang tangan Vina
Dek, kakak mau bicara serius nih sama adek..” Vito lagi sambil menatap mata Vina dan memegang tangannya.
Haduh, ni orang kenapa yak ok aku jadi deg degan gini yaa..!!! pikir Vina
Kamu masih cinta ngak dek sama aku??? Tanya Vito lagi
Vina benar” bingung dengan apa yang di ucapkan vito, knapa dia bias bilaang kayak gitu lagi ke aku setelah lama 1 tahun ngak ketemu
“Emang kenapa kak, kok kakak nanyanya gitu sih? “ Jawab Vina
Kalo emang masih punya rasa cinta sama aku, aku boleh ngak jadi pacar kamu lagi?? “ Tanya Vito
Dalam hati Vina semakin bingung buad ngomong apa, klo masih cinta itu masih tapi dia dulu pernah menghianatinya, sehingga vina masih ragu ragu., namun Vina kemudian menjawab dengan kata “ iya” tanpa pikir panjang lagi.,
Mereka berdua masih saling tatapan, namun beberapa saat kemudian stelah vina menjawab iya,vito justru malah kaget, seperti tadi tingakah lakunya d kendalikan oleh orang lain, sehingga reflek memegang tangannya dan mengatakan apa yang seharusnya tidak dikatakannnya lagi. Itu janjinya dulu bahwa dia gak bakaln pernah balikan samaa mantan, tapi justru ini sebaliknya.kemudian vito disitu hanya diam saja.
Ya udah kak, maksih ya tape recordernya., aku mau pulang dulu udah terlalu sore nih” kata vina sambil berjabat tangan dengan vito
Weh, kok masih kak sih dek., sayang gitu dong, masak udah jadi pacarnya masih manggilnya kak sih..heheh??”  Jawab Vito sambil tertawa dan dalam hatinya dia berkata” huh, jalani dulu aja deh”
“hehehe” Jawab vina sambil tertawa pula
“ Hti hati ya say di jalan, jangan mampir – mampir kemana – mana lagi loh” kata beni sambil melambaikan tangan
“iya saying” jawab vina … Haduh, kenapa malah jadi begini ya? Kenapa aku malah CLBK sama dia..huh (pikirnya dalam hati )


Nah, itu cerita.a, semoga bisa bkin nglucu., adapun kritik dan saran saya ucapkan terima kasih :) :)

Kamis, 28 Agustus 2014

sahabat,cinta,mati



Hello guys., disini saya akan berbagi tentang sebuah cerita antara Cinta, Sahabat, dan Mati


PERSAHABATAN  PERCINTAAN dan KEMATIAN
Berawal dari sebuah persahabatan. Lalu terjalinlah hubungan percintaan. Rajutan cinta dan kasih yang terwujud dalam kehidupan yang nyata dengan akhir sebuah kematian.
           
            Seperti perjalanan hidup yang telah dilalui Fulan dan Candra. Mereka adalah dua orang pelajar yang masih duduk dibangku SMP. Mereka bersekolah di sekolah dan kelas yang sama. Keduanya sama-sama sisa yang berprestasi. Tak heran jika keduanya selalu meraih peringkat pertama dan kedua setiap kali pengambilan hasil tes tengah semester maupun semesteran.

            Keduanya sama-sama rajin dalam belajar maupun beribadah. Keduanya juga tergolong murid yang aktif dalam berbicara dan berpartisipasi di dalam kelas dan sekolah. Dan mereka juga sudah tiga tahun bersama dalam kelas, yang ternyata diam-diam mereka telah menjalin suatu hubungan yang tak diketahui teman dan guru-guru di SMP.

            Hubungan mereka berlanjut di SMA. Keduanya berada dalam satu sekolah bahkan satu kelas pula. Mereka sama-sama masuk SMA faforit.

            Hubungan mereka mulai diketahui sejak salah seorang teman SMP mereka yaitu Adinda yang mempunyai ide untuk mengadakan reuni teman SMP dengan membawa partner masing-masing.

            Disuatu tempat saat mereka mengadakan reuni, Adinda selaku penanggung jawab acara telah menyediakan 32 buah meja dan kursi untuk setiap pasangan yang hadir. Ia sudah menghitung berulang-ulang tiap meja dan kursi yang telah ia sediakan, tapi tetap tersisa satu meja yang kosong. Dan dalam penghitungannya yang terakhir barulah ia menemulan jawabannya.

            Ternyata Fulan dan Candra lah sepasang teman SMP Adinda yang saat ini sadang menjalin hubunan. Hal itu membuat semua temannya terkejut dan mulai membuat keramaian di rumah makan itu.

            “Diam…semua,” teriak Adinda dengan tegas.

            Semua temannya terdiam serentak. Dengan bijak Adinda bertanya pada Fulan dan Candra.
           
            “Apa benar kalian berdua telah menjalin hubungan?”

            “Benar, kita telah menjalin hubungan,” ucap Candra dengan perasaan bertanya-tanya.

            “Sudah sejak kapan?” sahut Tuti teman sebangku Fulan ketika di SMP.

            “Sejak kita SMP,” jawab Fulan.

            “Apa ???” teriak semua teman Fulan dengan nada keras.

            Mereka semua terkejut karena Fulan dan Candra yang selama ini sama-sama pandai, giat belajar, saling bersaing meraih prestasi, selalu rukun dan akrab serta tak pernah menunjukkan sikap layaknya anak SMP yang sedang menjalin hubungan, ternyata keduanya telah berpacaran.

            “Fulan, kenapa kau tidak cerita padaku tentang hal ini?” kata Tuti dengan perasaan kecewa pada Fulan.

            “Maafkan aku, Tut. Aku tak bermaksud tidak mau menceritakan hal ini padamu. Tapi ini semua terjadi begitu saja,” jelas Fulan panjang lebar

            “Fulan, apa kau tidak tahu, bahwa Candra bukanlah……,” ucap Tuti yang terpotong di tengah pembicaraannya dengan Fulan.

            “Cukup. Aku sudah tahu semuanya. Candra bukalah anak kandung pak Hasan, kan guru B. Indonsia kita. Dia hanyalah anak angkat pak Hasan yang diambil dari panti asuhan 15 tahun lalu, yang kita semua tidak tahu asal usul orang tuanya yang sebenarnya, kan. Sebelumnya aku mengucapkan terimakasih pada kalian yang telah memperhatikan aku. Tapi aku minta maaf, aku sudah terlanjur mencintainya. Rasanya perasaan itu tak bisa ku hapuskan dari dasar hatiku. Aku minta maaf tidak menceritkan ini semua pada kalian sebelumnya. Maafkan aku,” ucap Fulan panjang dengan rasa bersalah pada teman-temannya.

            “Fulan ….,” seru semua temannya.

            Hubungan berlanjut terus tanpa ada masalah selama perjalanan cinta mereka. Fulan dan Candra pun tak ragu dalam menjalani hubungan mereka. Dan wajarlah dalam berhubungan itu ada kalanya saling bertengkar, tapi semua itu dapat mereka lewati dengan lancar.

            Masa-masa indah indah di SMA telah mereka lalui bersama. Tidak ada bedanya seperti waktu masih duduk dibangku SMP, yang selalu meraih peringkat pertama dan kedua. Di SMA pun demikian. Hal itu begitu membanggakan kedua orang tua mereka saat pembagian ringking  hasil tes.

            Setelah keduanya berhasil menamatkan SMA, Fulan yang mengambil jurusan IPA, langsung melanjutkan masuk universitas keperawatan, sedang Candra yang juga mengambil jurusan IPA melanjutkan ke universitas kedokteran. Perjalanan cinta mereka pun masih berjalan lancar.

            Setelah berhasil menamatkan vakultas kedokteran, dengan prestasi yang telah diraih, Candra langsung diterima disebuah rumah sakit ternama. Sedang Fulan menjadi perawat dirumah sakit yang sama pula.

            Keduanya menjalani hari-hari dengan profesi masing-masing dengan penuh kebahagiaan. Disaat itulah keduanya memutuskan untuk berlanjut ke kehidupan baru. Mereka yakin dengan keputusan itu.

            Saat pak hasan, orang tua angkat Candra datang ke rumah pak Husein(ayah Fulan) untuk memintakan izin menikahkan kedua anak mereka, pak Husein menyambut calon besan serta calon menantunya dengan penuh suka cita dan kebanggaan.

            Setelah berbincang-bincang cukup lama, tibalah saatnya pak Hasan mengatakan siapa sebenarnya anak itu.

            “Maaf Pak sebelumnya. Ada hal penting yang sebenarnya belum Bapak ketahui dari Candra,”

            “Apa itu, Pak?” Tanya pak Husein.

            “Candra ini adalah anak yang sudah saya asuh sejak bayi. Yang sebenarnya ayahnya adalah keturunan konglomerat yang bangkrut dalam usahanya. Yang sampai sekarang belum diketahui kabarnya. Nama ayahnya adakah Pak Amiruddin,” jelas pak Hasan panjang lebar.

            “Apa Bapak bilang?” Ucap pak Husein terkejut.

            “Iya, Pak. Betul begitu ceritanya,” ucap pak Hasan meyakinkan pak Husein.

            “Tidak. Itu adalah anak paman saya yang sampai saat ini belum diketahui dimana keberadaannya,” kata pak Husein dengan perasaan tak percaya.

            “Apa Bapak yakin?” kata pak Hasan.

            “Tentu saja saya yakin, Pak,” tegas pak Husein.

            “Ini berarti hubungan Fulan dengan Candra tidak bisa diteruskan,” lanjut pak Husein.

“Tidak, Ayah. Aku sangat mencintai Candra. Dia adalah pria pilihanku. Dan aku tidak bisa melepaskannya begitu saja, Ayah,” bantah Fulan yang duduk disamping ayahnya.

Perdebatan yang begitu hebat antara ayah dan anaknya, tidak bisa terkendalikan. Pak Husein yang tidak merestui hubungan keduanya pun akhirnya terkalahkan dengan keputusan Fulan. Akhirnya pernikhan pun dilaksanakan.

Beberapa bulan setelah itu, Candra tertimpa kecelakaan dalam perjalanan pulang dari rumah sakit menuju ke rumah barunya. Ia dirawat di ruang ICU, karena luka dihampir sekujur tubuhnya, patah tulang di kedua kakinya, dan benturan di bagian kepala yang membuatnya tak sanggup lagi menjalanikehidupan barunya yang telah ia bina selama 6 bulan terakhir ini bersama Fulan.

Candra pun akhirnya meninggal dunia setelah seminggu dalam keadaan koma di rumah sakit. Fulan sangat terpukul dengan keadaan ini. Akhirnya ia sadar bahwa melawan perintah orang tua itu akan menyengsarakan diri sendiri. Ia merasa sangat bersalah dan berdosa pada ayah dan suaminya.

Kini Fukan menjalani hari-harinya seorang diri tanpa dampingan seorang suami disisinya.