Senin, 23 April 2018

SALAH MASUK JURUSAN??

Kak? Pernah menyesal atau engga sih masuk jurusan Fisioterapi?


Jawabannya adalah PERNAH. Dulu saya pernah menyesal ketika masuk Jurusan ini, kenapa? Hanya karena tidak sesuai dengan pilihan saya, saya adalah orang yang menyukai Matematika, ilmu Statistik bahkan Kimia. Pada saat SMA, saya pernah mengikuti olimpiade KIMIA. Semua ini karena Orang Tua. Percayalah bahwa Ridho Orangtua adalah Ridho Allah. dan saya percaya akan hal itu. Saya yakin suatu saat ini Penyesalan yang saya pernah rasakan akan hilang seiring berjalannnya waktu. Karena setiap orang pasti pernah yang mengalami yang namanya penyesalan.

Hal itu saya buktikan, saat ini insyaallh saya ikhlas menjalani ini semua, mungkin sudah terlamat, namun tidak ada kata terlambat untuk orang yang berubah. ALLAH tidak akan merubah nasib suatu kaum jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya.

Saat ini saya sadar bahwa jurusan saya adalah jurusan yang bisa berbuat banyak manfaat bagi orang lain, kita bisa membantu orang lain untuk menggerakkan aktivitas fungsionalnya kembali. Suatu saat saya pasti bisa melampaui apa yang saya inginkan dan impikan. Bismillah... Jurusan yang disebut sebut sebagai jurusan tukang pijet pada zaman dulu, kini telah berkembang pesat seiring berjalannya arus globalisasi. Masyarakat semakin mengerti apap itu Fisioterapi, bukan lagi pergi ke sangkal putung ketika memiliki masalah gerak dan fungsi, namun akan lari kepada Fisioterapi. Cakupan kerja Fisioterapi sangat luas. sehingga saya bangga bisa masuk di jurusan ini.


Buat kalian yang pernah menyesal, jangan pernah menyesali dengan hal apa yang pernah erjadi kepadamu, justru jadikan itu suatu pembelajaran bagimu. Karena untuk mencapai  sukses itu butuh proses dan pengorbanan, tidak seperti pop mie yang tinggal dituang air panas dan dimasukkan bumbu sudah bisa dinikmati, tapi seperti mie godhog (mie rebus) yang membutuhkan proses lama hingga hasilnnya bisa enak untuk dinikmati.

Kita hidup seperti rekam EKG yang memiliki gambar naik turun, bukan datar seperti garis lurus. Ingat kan? jika EKG hanya garis lurus saja berarti ia telah mati, namun ketika jantung masih berdetak/masih hidup garisnya akan naik turun. Begitulah hidupmu. ada dimana saat kamu berada di atas, ada dimana kamu berasa di bawah, proses menuju atas sangat susah dan berkelok kelok, bukan seperti jalan yang lurus saja.

JURUSAN FISIOTERAPI

Disini saya akan bercerita awal pengalaman saya hingga saya bisa menempati jurusan fisioterapi Poltekkes Surakarta.

Semua itu berawal ketika saat saya masih SMA dan mau lulus, mencoba untuk mendaftar beberapa universitas, ditolak SNMPTN tidak habis disitu saja, saya mengikuti SBMPTN sampai saya mencoba mendaftar di universitas sebagai cadangan apabila di tidak diterima di Pergururan Tinggi Negeri. Namun Allah berkata lain, meskipun saya tidak diterima di SNMPTN masih ada jalan lain yang bisa saya tempuh.

Pada sesaat setelah pengumuman SNMPTN saya mendaftar di Perguruan Tiggi Swasta yaitu Stikes Aisiyah Yogyakarta mengambil jurusan Fisioterapi. sudah membayar sebesar 8 juta sekian dan mendapat fasilitas seragam,buku,alkes, dll. kemudian sambil mendaftar SBMPTN juga mengambil jurusan Kedokteran Gigi dan Gizi. 

Ketika akhir mei 2015 saya diberitahu oleh salah seorang tetangga bahwa ada Jurusan Fisioterapi terbaik se-Indonesia, yaitu Poltekkes Surakarta. seketika saya langsung mencari informasi mengenai Poltekkes tersebut, dan ternyata besoknya adalah hari terakhir untuk pendaftaran. Seketika itu, saya dan Bapak saya langsung ke bank untuk melakukan registrasi masuk. kemudian tidak lama setelah pendaftaran ada Uji Tulis masuk Poltekkes, saya datang ke Surakarta untuk melaksanakan Ujian tersebut.

Pada pertengahan bulan Juni adalah bulan dimana Ujian untuk SBMPTN juga, saya sangat berharap agar bisa masuk ke Fakultas Kedokteran gigi, tapi Allah berkata lain, saya di terima di Fakultas Gizi Universitas Jendral Sudirman Purwokerto yang pada saat pengumuman itu berlangsung, saya sudah dinyatakan diterima di Poltekkes Surakarta jurusan Fisioterapi Poltekkes Surakarta prodi D IV. Sehingga orang tua lebih menyarankan untuk masuk jurusan Fisioterapi  daripada Gizi karena dinilai prospek kerja jurusan Fisioterapi sangat besar.

Pada awal masuk jurusan ini, saya masih ragu-ragu dan bingung, apa yang dimaksud dengan Fisioterapi karena dikalangan masyarakat Fisioterapi adalah Tukang Pijat. Namun semua itu tidak benar adanya. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.778 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelayanan Fisioterapi di Sarana Kesehatan, fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak, dan komunikasi.